DONATUR MITRA DAKWAH (DMD)

“Partisipasi Dakwah Dengan Harta”

 

“ Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?. (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.”

 

 

Ilustrasi

 

Sejak berdirinya, tahun 1952, Masjid Syuhada langsung memposisikan dirinya sebagai motor penggerak dakwah dan pendidikan Islam, khususnya di wilayah Yogyakarta. Dalam rentang waktu setengah abad pengabdiannya, Masjid Syuhada telah mampu menginspirasikan program dakwah yang cukup memasyarakat. Sejarah Peradaban Islam Indonesia mencatat bahwa Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional untuk pertama kali terselenggara berkat usulan dan konsep dari Masjid Syuhada, yang dimotori oleh Prof. T.M. Hasby As-Shiddieqy dan Prof. K.H. Anwar Musaddad. Dengan dukungan 4 lembaga pendidikan formal (TK, SD, SMP-IT, dan STAIMS), 3 lembaga pendidikan non-formal (PKMS, LPQMS dan PAMS), serta 4 lembaga dakwah (CDMS, PPY, Al-Hijroh dan Nurus Syuhada), Masjid Syuhada tampil dengan format dakwah yang lebih variatif, sesuai dengan segmen dan target dakwahnya.

Agar program dakwah tersebut memancar sampai ke wilayah pelosok, maka Masjid Syuhada membangun mitra dengan format desa binaan, yang diistilahkan dengan “Satelit Dakwah”. Dengan format ini, pemberdayaan masyarakat desa terintegrasi antara pembinaan keagamaan dengan pemberdaayan sosial-ekonomi. Dana untuk pengembangan program tersebut disubsidi oleh LAZIS Masjid Syuhada, yang sumber pemasukannya dihimpun dari donatur melalui Program “Donatur Mitra Dakwah”.

Agar sukses dalam berdakwah, umat Islam memang harus berbagi peran, ada yang terjun ke lapangan, tapi ada juga yang mensupport pendanaannya. Anggota DMD diharapkan berpartisipasi menyukseskan program dakwah dengan cara menyumbangkan sebagian hartanya, tidak harus terjun ke lapangan.

 

Keanggotaan DMD?

Program “Donatur Mitra Dakwah” membuka kesempatan bagi siapa saja yang berminat untuk menjadi donatur tetap setiap bulannya, baik secara individu maupun atas nama instansi/perusahaan.

 

 

Berapa yang dapat disumbangkan?

Besarnya sumbangan ditentukan oleh donatur, adapun pilihan besarnya sumbangan ditentukan berdasarkan kelipatan Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) untuk setiap bulannya.

 

Adapun pilihan tersebut sebagai berikut:

a. Rp. 50.000,- / bulan

b. Rp. 100.000,- / bulan

c. Rp. 150.000,- / bulan

d. Rp. 200.000,- / bulan

e. …………… (tentukan sendiri)

 

 

Layanan donatur

1. Pembayaran infaq/sumbangan di antar langsung atau diambil oleh petugas LAZIS Masjid Syuhada.

2. Donatur akan mendapatkan laporan pengelolaan dan pemanfaatan dana setiap periode catur wulanan, dalam bentuk tabloid/buletin LAZIS Masjid Syuhada.

3. Donatur instansi/perusahaan yang infaq/sumbangan bulanannya sebesar atau lebih dari Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah), akan mendapatkan kontraprestasi berupa pemasangan logo instansi/perusahaan pada setiap poster/brosur kegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga di lingkungan Masjid Syuhada.

Layanan Chat

: 085 600 888 108
: 5FE78C4A
: lazis Masjid Syuhada