Spirit Ekonomika-Religius di Bulan Ramadlan

Dipublikasikan : 17-06-2017 10:18:01

Oleh : Muhammad Muhajir

Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh keberkahan. Allah ‘Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada kalian berpuasa didalamnya, di bulan itu pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu neraka akan ditutup, di bulan itu setan-setan jahat akan diikat”

(H.R. At-Tirmidzi)

Fenomena ini pasti kita sering jumpai hanya pada bulan Ramadlan. Ya, akitivitas ekonomi musiman yang terjadi pada masyarakat menengah ke bawah, yaitu  berdagang di kanan-kiri jalan dengan bermodalkan sebuah meja untuk meletakkan dagangannya. Menu dagangannya pun juga sama, yaitu menu buka puasa, mulai dari minuman, makanan, hingga lauk pauk dan cemilan lainnya.

Mengapa fenomena ini terjadi. Ternyata yang berlaku hukum ekonomi, yaitu supply-demand. Ada pedagang karena ada pembeli. Jadi kuncinya ada di banyaknya pembeli (demand). Banyaknya pembeli dipengaruhi oleh model keluarga saat ini, dimana suami dan istri sama-sama bekerja, sehingga waktu untuk memasak (menyiapkan menu buka) menjadi terbatas. Disisi lain kultur yang terbentuk bahwa buka puasa harus dengan menu yang lengkap dan beragam jenisnya. Cara paling efektif adalah membeli, tidak perlu menghabiskan waktu di dapur tapi cukup menyediakan uang. Ini tentu sangat praktis. Realitas inilah yang ditangkap para pedagang musiman yang bertindak sebagai supplier.

Mungkin inilah yang dinamakan Ramadlan bulan yang penuh berkah, bukan hanya berkah spiritual tetapi juga berkah material. Buktinya, bulan Ramadlan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dalam berbagai kelas, mulai masyarakat kelas bawah, menengah, hingga kelas elit.

Lalu apa makna Ramadlan bagi para pedagang ini? Musim mereguk keuntungan materi? yang untuk itu mungkin waktunya lebih banyak dihabiskan untuk menyiapkan menu jualannya daripada memperbanyak amal ibadah sebagaimana dianjurkan oleh para ustaz dalam setiap kultumnya. 

Semoga mereka masih tetap memiliki banyak waktu untuk meningkatkan spiritualitas di sela-sela memikirkan keuntungan materialitas. Hanya mereka dan Allah yang tahu. Waallahu A`lam.

Tags : Spirit Ekonomika-Religius di Bulan Ramadlan LAZIS MASJID SYUAHDA

Layanan Chat

: 085 600 888 108
: 5FE78C4A
: lazis Masjid Syuhada