Latar belakang

Secara garis besar, lingkup kegiatan Masjid Syuhada (dibawah kendali YASMA) adalah di bidang pendidikan dan dakwah. Untuk bidang pendidikan, ada yang bersifat formal, dan ada yang bersifat non-formal. Adapun di bidang dakwah, pola pergerakannya menggunakan pendekatan ekonomi, budaya, dan pemberdayaan sosial.

 Untuk menjalankan misi dan pola pengelolaan pergerakannya, di lingkungan Masjid Syuhada telah didirikan lembaga-lembaga penunjang (formal dan non-formal) yang berada dalam naungan Yayasan Masjid dan Asrama (YASMA) Syuhada. Untuk kegiatan-kegiatan yang tidak terwadahi oleh lembaga-lembaga tersebut, dibentuklah kepanitiaan ad hoc langsung di bawah koordinasi Yayasan, seperti Kepanitiaan Ramadhan dan Kepanitiaan Qurban.

 Jauh sebelum populernya lembaga amil zakat, banyak umat islam baik dari Yogyakarta maupun dari luar daerah yang menitipkan zakatnya ke Masjid Syuhada. Pada tahun-tahun itu, titipan zakat dari masyarakat dilayani oleh panitia penerimaan zakat sebagai salah satu divisi dalam kepanitiaan ramadhan. Karena hanya ditangani oleh kepanitiaan ad hoc, maka pelayanan dan pengelolaan zakat tidak dapat berkesinambungan. Kebutuhan akan hadirnya lembaga amil zakat makin hari kian terasa, terlebih supaya program pemberdayaan zakat dapat berkesinambungan.

Pada tahun 2005, Muhamad Ansori yang merupakan alumnus Asrama YASMA dan mantan Direktur PKMS tahun 2000-2003, berinisiatif mengajukan proposal pendirian Lembaga Amil Zakat di lingkungan Masjid Syuhada yang dipresentasikan pada rapat pengurus harian YASMA. Gayung pun bersambut, usulan tersebut disetujui oleh forum rapat YASMA. Kebetulan pada saat itu YASMA punya program membeli rumah keluarga Ibu Zainal yang posisinya berhadapan persis dengan Masjid Syuhada.

Maka pada bulan Juli 2005, keluarlah SK YASMA tentang pembentukan lembaga amil zakat di lingkungan Masjid Syuhada, yang dinamai LAZIS MASJID SYUHADA, dan sebagai inisiator, Muhamad Ansori ditugaskan membidangi pendirian lembaga tersebut, sekaligus menjabat sebagai Direktur yang pertama.

Seiring dengan perkembangan dan kebijakan pemerintah bahwa LAZ (Lembaga Zakat) tidak boleh berdiri di lingkungan masjid, baik secara geografis maupun struktural. Maka para funding father LAZIS Masjid Syuhada merubah nama menjadi LAZIS Syuhada dan secara geografis dan struktural tidak berada di bawah naungan YASMA, melainkan berada dibawah nangunan Yayasan Amal Syuhada Yogyakarta.

Sehingga sejak bulan Desember 2017 LAZIS Masjid Syuhada resmi ganti nama LAZIS Syuhada dan tidak berdomisili atau berada di bawah naguangan YASMA melainkan di bawah naungan Yayasan Amal Syuhada Yogyakarta yang beralamat di kantor pusat Jl. C. Simanjuntak GK 05/105, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta.

LEGAL FORMAL

LAZIS Syuhada bernaung di bawah Yayasan Amal Syuhada Yogyakarta yang ber-Akte Notaris Nomor: 01, tanggal 08 Januari 2018, oleh Sumaryati, SH.  dan telah tercatat sebagai lembaga resmi dan sah oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-0000483.AH.01.04.Tahun 2018 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum. Pengesahan Pendirian LAZIS Syuhada oleh sesuai dengan SK pengurus Yayasan Amal Syuhada Yogyakarta dengan nomor: 002/SK-YASY/I/2018 pada tanggal 10 Januari 2018.

Layanan Chat

: 085 600 888 108
: 5FE78C4A
: lazis Masjid Syuhada